Rabu, 4 Februari 2026
Terbit : Ming, 25 Januari 2026

ZIAROH WALI 5 – Menelusuri Jejak Dakwah Wali Alloh Menyongsong Ramadhan 1447 H/2026 M

Oleh : Media_Masjid BERITA
ZIAROH WALI 5 - Menelusuri Jejak Dakwah Wali Alloh Menyongsong Ramadhan 1447 H/2026 M

Surabaya – Dalam rangka menyongsong hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, keluarga besar RW 01 Gununganyar Lor, Surabaya, melaksanakan kegiatan Ziaroh Wali 5 sebagai ikhtiar spiritual untuk meneladani perjuangan para Wali Allah dalam menyebarkan ajaran Islam di Tanah Jawa.

Kegiatan wisata religi yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Takmir dan Remaja Masjid Baiturrochman, Fatayat dan Muslimat NU Gununganyar Lor, jamaah tahlil, KSH, Karang Taruna, hingga warga RW 01 Gununganyar Lor. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan.

Ziarah ini turut didampingi oleh H. Arif Fatoni, SH, ( Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ) yang memberikan dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga tradisi keislaman dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat.

Koordinator kegiatan, Maskur Nasrulloh (Chenghoo), menuturkan bahwa Ziaroh Wali 5 menjadi sarana muhasabah diri sekaligus penguatan iman menjelang Ramadhan.
“Kami berharap ziarah ini mampu menumbuhkan kecintaan kepada para Wali, meneladani akhlak dan perjuangan dakwah mereka, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Gununganyar Lor, H. Abdul Muhith, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap agar tradisi ziarah wali terus dilestarikan sebagai media pendidikan ruhani dan pembentukan akhlakul karimah bagi generasi muda.

Masjid Baiturrochman
Jl. Gunung Anyar Lor No.62
Kecamatan/Kelurahan Gunung Anyar
Kode Pos 60294
Surabaya
Jawa Timur

Luas Area1.286 m2
Luas Bangunan875 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1910
  • "Barangsiapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjama'ah, maka satu langkah akan menghapus dosa dan langkah berikutnya dicatat sebagai kebaikan, baik pada saat berangkat maupun kembali.” (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir) .