Jumat, 6 Februari 2026
Terbit : Kam, 05 Februari 2026

Megengan: Kearifan Lokal Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan

Oleh : Media_Masjid BERITA
Megengan: Kearifan Lokal Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan

Tradisi Megengan merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang telah mengakar kuat sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadhan. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Megengan menjadi ruang spiritual dan sosial yang memadukan nilai keislaman, kebersamaan, serta pelestarian budaya warisan leluhur.

Di lingkungan Masjid Baiturrochman , Desa Gunung Anyar Lor RW 01 tradisi Megengan dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan nuansa kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah makam ahli kubur sebagai bentuk doa, penghormatan kepada para pendahulu, serta pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian.

Momentum ini menjadi sarana muhasabah diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Usai ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan bancaan atau makan bersama. Tradisi ini melambangkan rasa syukur, kesederhanaan, dan eratnya ikatan sosial antarwarga. Hidangan khas seperti kue apem turut disajikan, yang secara filosofis bermakna permohonan maaf (afwun), sejalan dengan semangat membersihkan hati menjelang Ramadhan.

Sebagai penutup, warga menerima berkat—bingkisan makanan yang bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian sosial. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang berpadu harmonis dengan budaya lokal, menjadikan Megengan sebagai media penguatan iman sekaligus persaudaraan umat.
Megengan sendiri berasal dari kata Jawa megeng, yang bermakna menahan atau mengendalikan diri.

Tradisi ini menjadi simbol kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut ibadah puasa, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak doa dan sedekah. Umumnya, Megengan dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban atau menjelang malam pertama Ramadhan, dengan rangkaian kegiatan berupa nyekar, tahlilan, doa bersama, dan sedekah makanan.

Sebagai tradisi hasil akulturasi budaya Jawa dan nilai-nilai Islam yang diwariskan para Wali, Megengan tetap relevan hingga kini. Melalui dokumentasi kegiatan ini, Masjid Baiturrochman berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi islami berbasis budaya lokal, sekaligus menghadirkannya dalam kemasan yang rapi, modern, dan layak menjadi arsip sejarah bagi generasi mendatang.

Masjid Baiturrochman
Jl. Gunung Anyar Lor No.62
Kecamatan/Kelurahan Gunung Anyar
Kode Pos 60294
Surabaya
Jawa Timur

Luas Area1.286 m2
Luas Bangunan875 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1910
  • "Barangsiapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjama'ah, maka satu langkah akan menghapus dosa dan langkah berikutnya dicatat sebagai kebaikan, baik pada saat berangkat maupun kembali.” (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir) .